Jurnal An-Nahl https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl STAI H.M Lukman Edy pekanbaru en-US Jurnal An-Nahl 2355-2573 Pasar Faktor Produksi Dalam Perspektif Ekonomi Islam https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/16 <p>Teori produksi sudah menjelaskan bahwa perilaku produsen bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dan mengoptimalkan efisiensi produksi. Produksi menghasilkan &nbsp;manfaat dari suatu objek. Produksi dapat menghasilkan dan meningkatkan kegunaan suatu barang (nilai guna). Tylisan ini membahas tentang Bagaimanakah memahami dan menjelaskan Pasar Faktor Produksi/Faktor Input dalam Perspektif Ekonomi Mikro Konvensional dan Islam dan Bagaimanakah mengidentifikasikan dan mengaplikasikan berbagai alternatif kebijakan dalam mengelola Pasar Faktor Produksi/Faktor Input. dengan metode perbandingan konsep konvensional dan konsep Islam sehingga produsen ataupun pengusaha yang menghasilkan produk tidak hanya memikirkan keuntungan duniawi saja tetapi juga memikirkan keberkahan dan kemaslahatan bagi orang banyak, selamat dunia dan akhirat</p> Jaidil Kamal Copyright (c) 2021 Jurnal An-Nahl 2020-12-31 2020-12-31 7 2 98 105 Pariwisata Halal Dalam Pengembangan Ekonomi Indonesia https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/20 <p>Tulisan ini membahas mengenai pengembangan ekonomi Indonesia berbasis wisata halal. Sektor pariwisata menjadi andalan Indonesia untuk memperoleh devisa negara. Pariwisata dapat dijadikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi bagi negara. Pemerintah Indonesia menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Kunjungan wisatwan mancanegara ke Indonesia mengalami peningkatan selama tahun 2017 hingga 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama 2018 mencapai 15,81 juta atau mengalami kenaikan sebesar 12,58%. Pada tahun 2018, devisa dari sektor pariwisata menyumbang sebesar US$ 17 M, meningkat sebesar 11,8%. Wisata halal dapat dikatakan sebagai konsep wisata yang sesuai nilai – nilai Islam. Indonesia mempunyai peluang besar di dalam pengembangan sektor wisata halal. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa wisata halal turut mendukung pengembangan ekonomi syariah. Wisata halal dapat memperkuat perekonomian negara. Pada tahun 2019 Indonesia menempati peringkat pertama kategori destinasi wisata halal terbaik dunia berdasarkan standar Global Travel Muslim Index (GMTI).</p> Veni Reza Copyright (c) 2020 Jurnal An-Nahl 2020-12-30 2020-12-30 7 2 106 112 Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Salah Satu Syarat Sebelum Akad Pernikahan Dalam Kajian Hukum Keluaraga Islam https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/19 <p>Tulisan ini pada prinsipnya berkaitan dengan hakikat sebuah pernikahan yang bertujuan untuk kesehatan lahir dan batin dari pasangan yang akan menikah. Kesehatan lahir dimaksud adalah kesehatan secara fisik dengan terbebasnya diri dari segala macam jenis penyakit. Apakah penyakit tersebut bersifat biasa, berbahaya, turun temurun, menular, atau tidak. Kajian ini lahir di abad modern dengan dilatarbelakangi oleh fasilitas teknologi sebagai alat pendukungnya. Teknologi memberikan suatu deteksi yang cukup akurat dan tepat terhadap berbagai penyakit yang sedang diderita oleh salah satu atau kedua pasangan yang akan menikah. Itulah kemudian dikenal istilah <em>fahsh al-thibbi qabl al-zawaj. </em>Pra-syarat sebelum menikah dengan <em>fahsh al-thibbi qabl al-zawaj </em>belum begitu dibutuhkan secara mendesak. Tetapi apabila ingin hanya sebatas mengetahui keadaan kesehatan calon pasangan suami isteri, ada nilai positifnya, tentu dengan niat baik dan sebatas komplementer saja. Artinya, pemeriksaan kesehatan itu bukan sebagai penentu untuk melanjutkan atau menunda pernikahan yang akan segera dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Dalil hukumnya tidak lain adalah kemaslahatan, dan secara teknis lagi untuk memudahkan mendapatkan keturunan yang dalam kaidah lain disebut dengan <em>hifzh al-nasal</em>. Sebab, salah satu tujuan pernikahan itu adalah untuk memperoleh zuriat sebagai pelanjut generasi bangsa. Maka, terlepas dari segala perbedaan pendapat para ulama fikih dan lain sebagainya, saya memiliki pertimbangan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan kemaslahatan, dan dapat menjaga keharmonisan rumah tangga.</p> junaidi junaidi Najamuddin Copyright (c) 2020 Jurnal An-Nahl 2020-12-30 2020-12-30 7 2 113 122 Keuangan Islam dan Pertumbuhan Ekonomi https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/18 <p>Pertumbuhan ekonomi pada suatu negara merupakan imbas system ekonomi Islam yang dilaksanakan pada suatu lembaga keuangan syariah serta dari perkembangan barang dan jasa yang diproduksi mengalami peningkatan. Beberapa tujuan yang menjadi arah penelitian adalah sebagai berikut: 1) untuk mengenal model keuangan berbasis syariah dan aplikasinya; 2) untuk memahami model keuangan&nbsp; Islam dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi yang berkadilan; dan 3) untuk mengetahui dampak sector keuangan Islam terhadap pembangunan. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemuakan di atas bahwa system keuangan dalam islam memilki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Indonesia dapat di rasakan tingkat perbedaan anatara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah. Selain factor investasi yang dilakukan oleh investor, model akad yang diterapkan dengan menanggung resiko bagi kedua belah pihak, karena dengan akad yang seperti ini tingkat kehati-hatian yang harus dilaksanakan lebih selektif dibandingkan dengan akad yang lain. Selain perbankan syariah, lembaga keuangan non bank juga memilki peranan yang sangat signifikan dalam menignkatkan pertumbuhan ekonomi. Diantara lembaga keuangan non bank yang memilki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi adala zakat, baitul maal wattamwil, wakaf dan lainnya.</p> Zainur Zainur Copyright (c) 2020 Jurnal An-Nahl 2020-12-30 2020-12-30 7 2 123 129 Putusan Hakim Pengadilan Agama Pekanbaru tentang Hadhanah Pasca Perceraian Menurut Perspektif Hukum Islam https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/17 <p>Anak merupakan sebuah anugerah dari Allah Swt yang harus disyukuri, dijaga dan dipelihara dengan baik agar menjadi anak yang berguna bagi negara dan agama. Oleh karena itu, kedua orang tua harus mengasuh, mendidik, memelihara, melindungi dan menumbuh kembangkan anak dengan baik. Tanggung jawab pemeliharaannya tidak hanya ketika kedua orang tuanya masih hidup rukun dalam ikatan perkawinan maupun ketika mereka gagal karena terjadi perceraian. Penentuan hadhanah pasca perceraian sangat ditentukan oleh putusan hakim. Adakalanya hak asuh anak diberikan kepada ibu, atau diberikan kepada ayah. Pengadilan harus memiliki konsekuensi hukum atas setiap putusan yang diputuskannya. Untuk menjamin perlindungan terbaik bagi anak dalam setiap putusan hakim tentunya harus mempertimbangkan berbagai aspek yang mempengaruhi demi keselamatan dan kemaslahatan anak.</p> Yuni Harlina Siti Asiyah Copyright (c) 2020 Jurnal An-Nahl 2020-12-30 2020-12-30 7 2 130 144 Sentralisasi Pengelolaan Zakat di Indonesia https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/21 <p>Sejauh ini, pengelolaan zakat di Indonesia belum membuahkan hasil yang maksimal. Munculnya lembaga-lembaga zakat yang bersifat swasta justru menjadikan pengelolaan zakat di Indonesia tidak efektif dan terjadi tumpang tindih antara satu lembaga dengan lembaga lain. Sistem pengelolaan zakat seperti ini justru memberikan peluang kepada mustahik-mustahik tertentu untuk mendapatkan harta zakat dari dua lembaga zakat atau lebih. Sehingga pembagian harta zakat kepada para mustahik tidak merata dan mustahik yang lain akan merasa tidak adil atas pembagian tersebut. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus memegang kekuasaan penuh dalam mengelola harta zakat. Cara pengelolaan zakat seperti ini dikenal dengan istilah sentralisasi pengelolaan zakat. Sejak dulu zakat diyakini oleh umat Islam sebagai solusi mengentas kemiskinan. Hal ini dibuktikan pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Dalam catatan sejarah dikisahkan bahwa pada masa itu sulit untuk mencari mustahik (khususnya orang miskin) yang berhak menerima zakat. Kesuksesan Umar bin Abdul Aziz dalam mengelola zakat tidak terlepas dari strategi atau cara pengelolaan zakatnya. Pada masa itu, zakat dikelola oleh pemerintah. Sehingga harta zakat&nbsp; benar-benar terdistribusi dengan baik. Hasilnya, masyarakat kala itu hidup dalam kesejahteraan. Kesuksesan dalam pengelolaan zakat pada masa Umar bin Abdul Aziz sudah seharusnya dapat dijadikan pedoman oleh pemerintah Indonesia dalam&nbsp; upaya mengentas kemiskinan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran tentang pengelolaan zakat yang efektif, sehingga kedepannya harta zakat dapat dikelola dengan maksimal. Adapun metode penelitian yang dipakai dalam tulisan ini adalah <em>library research</em> (penelitian pustaka), yakni dengan mempelajari literatur-literatur dan tulisan-tulisan yang terkaitan erat dalam pembahasan ini.</p> Andri Andri Copyright (c) 2020 Jurnal An-Nahl 2020-12-30 2020-12-30 7 2 145 151 Impotensi sebagai Alasan Fasakh Menurut Ibnu Hazm dan Al-Syirazi https://annahl.staile.ac.id/index.php/annahl/article/view/22 <p>Pembatalan perkawinan atau yang disebut dengan ”fasakh” dapat terjadi disebabkan oleh hal-hal yang datangnya kemudian, misalnya setelah akad diketahui bahwa antara suami isteri yang mengidap penyakit atau cacat badan, yang akan menimbulkan perselisihan-perselisihan yang tidak diharapkan. Mayoritas ‘ulama’ berpendapat bahwa cacat dalam hal ini Impotensi dapat memberikan hak khiyar kepada istri dan dapat menjadi alasan untuk menuntut fasakh kepada hakim. Salah satu diantara mereka adalah imam al-Syiradzi (w. 476 H) dari kalangan al-syafi’iyah didalam kitab al-muhadzab, Tapi, ada Juga ‘ulama’ yang tidak membolehkan hakim menjatuhkan fasakh kepada penderita impotensi dan juga tidak membolehkan untuk memberi hak khiyar kepada istrinya, yaitu Ibnu Hazm (w. 456 H) Dari kalangan al-zhahiriy dalam kitab al-muhalla. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam Penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan&nbsp; Ibnu Hazm dan al-Syiradzi dalam persoalan impotensi sebagai alasan fasakh nikah. Dasar pemikiran yang dipakai adalah apakah cacat berupa impotensi ini bisa menjadi alasan fasakh bagi istri atau tidak.</p> Mawardi Mawardi Copyright (c) 2020 Jurnal An-Nahl 2020-12-30 2020-12-30 7 2 152 170